Cari Blog Ini

Memuat...

Hasil Hitung Cepat Pilkada Provinsi Maluku 2013

Hasil Hitung Cepat Pilkada Provinsi Maluku 2013

Pilgub Maluku 2013 - KPUD Maluku menggelar pemungutan suara pemilihan kepala daerah Maluku pada 11 Juni 2013. Lima pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku bertarung memperebutkan kursi kepemimpinan di provinsi tersebut untuk periode 2013-2018. Mereka yang bertarung adalah Pasangan nomor urut satu, Abdullah Tuasikal-Hendrik Lewerissa (Beta Tulus) yang diusung oleh 6 partai politik, diantaranya Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), Partai Gerindra (Gerakan Indonesia Raya), dan Partai Kebangkitan Bangsa. Pasangan cagub nomor urut dua Jacobis Puttileihat-Arifin Tapi (Bobara) yang diusung oleh 7 partai politik, diantaranya Partai Demokrat, Partai Nasional Benteng Kerakyatan Indonesia, dan Partai Penegak Demokrasi Indonesia.  

Pasangan Abdullah Vanath-Marthin Jonas Masspaitella yang disapa 'Damai' (nomor urut tiga) yang diusung oleh 14 partai politik, diantaranya Partai Patriot, Partai Peduli Rakyat Nasional, dan Partai Buruh. Pasangan nomor urut empat, Herman Koedoeboen-Daud Sangadji (Mandat) yang diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan. Terakhir pasangan Said Assagaff - Zeth Sahuburua yang diusung oleh 6 partai politik, diantaranya Partai Golkar, Partai Keadilan Sejahtera, dan Partai Damai Sejahtera. Hasil Quick Count Pilkada Provinsi Maluku 2013 : 1. Abdullah Tuasikal - Hendrik Lewerissa : 0 persen suara 2. Jacobus Puttileihalat - Arifin Tapi Oyihoe : 0 persen suara 3. Abdullah Vanath - Marthin Jonas Maspaitella : 0 persen suara 4. Herman Koedoeboen - Daud Sangadji : 0 persen suara 5. Said Assagaff - Zeth Sahuburua : 0 persen suara #Hasil Pilkada Maluku 2013, sementara menunggu update pada waktunya. Sementara itu sebelumnya, Lembaga survei Media Survei dan Strategi (MSS), Minggu (7/4/2013) siang merilis hasil survei peluang menang calon kepala daerah dalam Pemilihan Gubernur Maluku. Hasilnya menyebutkan, Pilgub Maluku bakal berlangsung satu putaran dan dimenangkan pasangan Said Assagaf - Zeth Sahuburua (Setia). Survei ini dilakukan MSS pada periode akhir Maret hingga awal April 2013 dengan jumlah responden 440 orang yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota di Maluku. Adapun metode survei adalah menggunakan sistem multistage random sampling dengan margin of error 4,8 persen. Dalam rilis tersebut, MMS juga menempatkan pasangan "Setia" dengan persentasi tingkat popularitas dan kesukaan tertinggi yakni mencapai 83,10 persen dibanding calon lainnya. "Hanya ada satu matahari tunggal di Pilkada Maluku. Ini temuan di lapangan, ini hasil survei yang kita lakukan pada periode akhir Maret hingga awal April 2013," kata Direktur MSS, Husain Marasabessy kepada wartawan.

Dalam survei tersebut, MMS merilis perolehan dukungan suara pemilih jika Pilgub Maluku digelar saat ini dengan menempatkan pasangan Said Assagaf - Zeth Sahuburua (Setia) pada urutan teratas dengan memperoleh 34,10 persen, disusul pasangan Abdullah Tuasikal-Hendrik Lewerissa (Beta Tulus) sebesar 15,80 persen, Abdullah Vanath-Marten Maspaitella (Damai) 14,60 persen, Herman Koedoeboen-Daud Sangadji (Mandat) 7,20 persen dan Jakobus Putileihalat-Arifin Tapi Oyihoe (Bob-Arif) 5,00 persen. "Warga yang belum menentukan pilihan tersebar di semua kabupaten kota dengan persentase 23,40 persen. Namun sesuai hasil survei, Pilgub Maluku hanya akan berlangsung satu putaran," kata Husein yang juga mantan peneliti di LSI dan KCI ini.

Dia mengakui, dari hasil survei, pilihan masyarakat kepada pasangan "Setia" karena besarnya tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku yang mencapai 80 persen. "Masyarakat merasa puas dengan kinerja pemerintahan. Publik juga menganggap pemerintahan saat ini berhasil sehingga warga kembali menginginkan Assagaf yang juga wakil gubernur Maluku untuk melanjutkan kepemimpinannya dengan persentasi 58,60 persen," ungkap Husein. Dari hasil survei tersebut, pasangan "Setia" ini diprediksi menang di beberapa kabupaten dan kota di Maluku yakni di Kota Ambon, Kota Tual, Kabupaten Maluku Tenggara, Kabupaten Buru, dan Kabupaten Buru Selatan. Menjelang Pilgub Maluku 2013 - Kapolda Maluku Brigjen Pol. Muktiono mengatakan sebanyak 7.624 personel TNI dan Polri dikerahkan untuk mengamankan penyelenggaran tiga pilkada di Maluku pada 11 Juni 2013. Ribuan aparat keamanan yang diterjunkan tersebut mencakup 6.667 personel Polri dan 957 anggota TNI. Mereka ditugaskan mengamankan jalannya pilkada Maluku, pilkada Kota Tual, dan pilkada Maluku Tenggara (Malra).  

Kapolda mengakui potensi kerawanan saat pilkada baik pemilihan Gubernur Maluku, Bupati Maltra maupun Wali Kota Kota Tual sangat besar, sehingga diperlukan kekuatan besar untuk pengamanan. Kapolda menandaskan, ribuan personel yang diterjunkan ini selain untuk mengamankan jalannya proses kampanye yang akan dimulai 22 Mei hingga 7 Juni, juga mengamankan masing-masing pasangan calkada serta mengawal dan mengamankan distribusi logistik pilkada maupun tempat pemungutan suara. Kapolda berharap dukungan seluruh komponen masyarakat di Maluku baik masing-masing pasangan calon, partai politik pendukung serta massa dan simpatisan untuk bekerja sesuai aturan yang berlaku, di samping saling menghargai serta tidak menjatuhkan antarsesama pasangan. Masyarakat juga diminta untuk berperan serta menyalurkan aspirasi politiknya sesuai dengan hati nurani dan bukan karena paksaan atau karena imbalan. - Berbagai Sumber -

Hasil Hitung Cepat Pilkada Provinsi Maluku 2013

0 komentar:

Poskan Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.